74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Pra Musrembang Banyumas, Perkuat Konvergensi Program Percepatan Penurunan Stunting

Pra Musrembang Banyumas, Perkuat Konvergensi Program Percepatan Penurunan Stunting (Foto Humas Pemkab Banyumas)


BANYUMAS - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi Forkopimda Banyumas, kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait serta tamu undangan menghadiri kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrembang) Kabupaten Tematik Stunting Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin (9/3/2026) di Pendopo Si Panji Purwokerto. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat konvergensi program lintas sektor guna mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Banyumas Triadi menyampaikan bahwa Pramusrembang Tematik Stunting merupakan langkah penting untuk memastikan sinergi antar program yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses penyusunan RKP Kabupaten Banyumas, sebelum dilaksanakan di tingkat kabupaten. Rangkaian Pramusrembang Tematik Stunting telah lebih dahulu digelar di seluruh kecamatan sekabupaten Banyumas pada awal Februari 2026.

“Hasil pembahasan di tingkat kecamatan menjadi masukan penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta tantangan yang dihadapi di lapangan,” jelasnya.

Triadi menambahkan, Pramusrembang Tematik Stunting memiliki empat tujuan utama, yaitu mengidentifikasi kendala di lapangan, menyusun usulan program prioritas untuk Musrembang RKP Kabupaten, memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, serta mengoptimalkan perencanaan program dan lokasi prioritas yang akan diintegrasikan ke dalam dokumen RKP Kabupaten Banyumas Tahun 2027.

"Diharapkan berbagai intervensi penanganan stunting dapat terintegrasi secara optimal dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sadewo menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi isu kesehatan semata, tetapi merupakan persoalan pembangunan manusia yang berdampak jangka panjang terhadap produktivitas dan daya saing daerah.

"Dalam upaya menurunkan angka stunting melalui intervensi sensitif, Pemerintah Kabupaten Banyumas memfokuskan program pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan akses air bersih, serta peningkatan sanitasi masyarakat," katanya.

Menurutnya program RTLH di Banyumas berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga 7,8% dan mendapatkan apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Efisiensi tersebut dicapai melalui kebijakan penyediaan minimal tiga toko material di setiap kecamatan guna menciptakan persaingan harga yang sehat.

“Dampaknya, warga penerima bantuan dapat meningkatkan kualitas bangunan, seperti mengganti lantai plester menjadi keramik dengan anggaran yang sama. Selain itu, budaya gotong royong masyarakat Banyumas yang tinggi, di mana tetangga turut menyumbang material maupun tenaga, membuat hasil bangunan jauh lebih baik dibanding daerah lain,” jelasnya.

Kabupaten Banyumas juga tercatat sebagai salah satu daerah penerima bantuan Corporate Social Responsibility terbesar untuk program bedah rumah. Beberapa capaian penting di antaranya, bantuan 500 unit rumah dari Yayasan Budha Tzu Chi. Bantuan 165 unit rumah dari Astra yang direncanakan bertambah sekitar 250 unit, serta sinergi pendanaan yang melibatkan berbagai sumber, mulai dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN hingga dukungan sektor swasta.

Sadewo menambahkan Forum Pramusrembang ini juga menjadi ruang evaluasi bagi perangkat daerah dengan menggunakan data aktual di lapangan. Ia menekankan pentingnya mengidentifikasi berbagai kendala, mulai dari akses layanan, perubahan perilaku masyarakat, hingga efektivitas pendampingan keluarga berisiko stunting.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan deklarasi komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, DPRD hingga pemerintah desa dan kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Komitmen ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kesungguhan kita untuk memastikan setiap anak di Banyumas tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegas Sadewo.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada desa, kecamatan, dan mitra pembangunan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam upaya peningkatan cakupan serta konvergensi intervensi stunting di Kabupaten Banyumas. Penerima Penghargaan Kategori Desa dengan Penurunan Jumlah Stunting Tertinggi Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen – Peringkat 1, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok – Peringkat 2 dan Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang – Peringkat 3

Kategori Kecamatan dengan Penurunan Jumlah Stunting Tertinggi Kecamatan Cilongok – Peringkat 1, Kecamatan Purwojati – Peringkat 2 dan Kecamatan Jatilawang – Peringkat 3

Kategori Prevalensi Stunting Terendah Kecamatan Purwojati dan Kategori Mitra Pembangunan.(Lembaga Filantropi) Tanoto Foundation – Mitra Pembangunan dalam upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Banyumas.

Sumber: Humas Pemkab Banyumas
Posting Komentar

Posting Komentar