Dosen Amikom Purwokerto dan Ki Dalang Kabul Idamanto Buktikan Limbah Bisa Jadi Warisan Budaya (Foto: Amikom)
PURWOKERTO – Dosen Universitas Amikom Purwokerto Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, menggelar pelatihan pembuatan wayang dengan memanfaatkan limbah kertas semen bekas, memadukan seni tradisi dengan inovasi ramah lingkungan dan teknologi. Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Amikom Purwokerto dan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun 2025.
Dosen Amikom Purwokerto dan Ki Dalang Kabul Idamanto Buktikan Limbah Bisa Jadi Warisan Budaya (Foto: Amikom)
Ketua pelaksana, Hellik Hermawan, M.Kom., menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi keberlanjutan budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif. “Pelatihan ini bukan hanya soal membuat wayang, tetapi juga tentang memberikan nilai baru pada bahan yang dianggap limbah. Harapannya, masyarakat bisa melihat bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Pelatihan yang digelar dalam bulan Agustus ini mencakup seluruh tahapan pembuatan wayang, mulai dari desain pola, pemotongan dengan teknologi laser, perakitan, hingga pewarnaan.
Ki Dalang Kabul Idamanto, sekaligus ketua Sanggar Puspo Dahono, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sinergi ini. “Saya berterima kasih kepada tim dosen Amikom Purwokerto dan semua pihak yang mendukung. Kegiatan ini membuktikan bahwa Wayang bisa terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya, bahkan bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, dalam pelatihan ini Tim Pengabdian juga menghibahkan seperangkat alat Cutting dan Coloring Kit kepada Sanggar Puspo Dahono. Peralatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi wayang secara berkelanjutan, sehingga sanggar dapat terus berkarya dan mengembangkan inovasi berbasis tradisi.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi praktik langsung, di mana peserta berhasil membuat tokoh-tokoh wayang dengan detail ornamen yang tetap terjaga, meski berbahan limbah kertas semen. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan seni wayang sekaligus mendorong inovasi berbasis budaya.(Marnoto)
Sumber: Amikom