Akselerasi Ekonomi Daerah, Bupati Banyumas Resmi Buka Karya Kreatif Serayu 2026 Bank Indonesia Purwokerto
BANYUMAS – Acara Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas DigiFest 2026 telah sukses diselenggarakan oleh Bank Indonesia Purwokerto pada bulan Juni 2026 di Menara Teratai Purwokerto. Festival ini bertujuan mendorong digitalisasi dan mengakselerasi ekonomi daerah melalui pameran UMKM, edukasi perbankan, dan layanan publik.
Menjadi wadah penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas Digifest 2026 telah digelar.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny,
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani serta Pj. Sekda Cilacap telah membuka kegiatan tersebut di Menara Teratai Purwokerto.
Turut hadir Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banyumas Ny. Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyumas dan tamu undangan lainnya.
Akselerasi Ekonomi Daerah, Bupati Banyumas Resmi Buka Karya Kreatif Serayu 2026 Bank Indonesia Purwokerto
Dalam sambutannya, Sadewo menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut yang kali ini mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Digitalisasi Untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”. Menurutnya di era digital saat ini, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berkomitmen mendorong digitalisasi layanan
publik dan elektronifikasi transaksi ekonomi daerah.
“Perluasan penggunaan QRIS, penguatan sistem pembayaran non-tunai, serta elektronifikasi transaksi
pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan tata kelola yang lebih efisien, transparan,
dan akuntabel. Digitalisasi juga diharapkan mampu memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing
pelaku usaha di Banyumas raya,” ungkapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Bupati Sadewo juga mengungkapkan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong berbagai program pendampingan agar UMKM dapat naik kelas.
“Melalui program promosi perdagangan, business matching, pelatihan, serta bimbingan teknis peningkatan
kapasitas usaha, kami berupaya membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pembiayaan, dan menembus pasar yang lebih luas. Kami ingin UMKM Banyumas tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa penguatan perekonomian daerah juga harus ditopang oleh ketahanan pangan yang kuat. Untuk itu, pihaknya terus mendorong pengembangan sektor pertanian secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Berbagai program penguatan kelembagaan petani, peningkatan sarana produksi, dan hilirisasi komoditas pangan lokal terus kami kembangkan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk
pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas pasokan dan inflasi pangan di wilayah Banyumas raya,” tuturnya.
Ia berharap melalui kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut, akan lahir semakin banyak UMKM yang
tangguh, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Senada dengan hal tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny mengungkapkan Karya Kreatif Serayu dan Banyumas Digifest 2026 merupakan bentuk nyata senergi Bank
Indonesia bersama Pemerintah Daerah se-Banyumas raya, instansi vertikal, OJK, perbankan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh stakeholder dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, pariwisata, dan perluasan digitalisasi.
“Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga Karya Kreatif Serayu, merupakan agenda tahunan dari Bank
Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut terdapat UMKM Expo yang menampilkan lebih dari 100
UMKM se-Banyumas Raya dengan berbagai produk unggulan mulai dari wastra, kriya, serta kuliner.
“Selain itu juga terdapat layanan publik seperti pelayanan pajak, SIM, SKCK, perizinan berusaha, donor darah, pasar tani dan pasar bulog, edukasi dan literasi ekonomi dan keuangan, innovation work, serta green
experience,” ungkapnya.
Lebih jauh Christoveny mengungkapkan pada kesempatan tersebut pihaknya juga terus melakukan program- program inisiatif digital, diantaranya pembayaran QRIS parkir menara teratai dan launching implementasi E-Retribusi Pasar sebanyak 14 pasar di Kabupaten Banyumas, program business matching pembiayaan serta business matching penjualan ekspor.
Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk-produk UMKM Banyumas Raya serta senantiasa melakukan transaksi secara digital melalui QRIS.
“Setiap pembelian produk lokal merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan pekerjaan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi Banyumas Raya” pungkasnya.
Sumber: Sub Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim)
Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas


Posting Komentar