74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Karya Kreatif Serayu dan Banyumas DIGIFEST 2026 Penguatan Sinergi Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, serta Berkelanjutan

Karya Kreatif Serayu dan Banyumas DIGIFEST 2026 Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan


PURWOKERTO – Semangat inovasi, digitalisasi, dan penguatan ekonomi daerah kembali bergema melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas Digifest 2026 di Kompleks Menara Teratai Purwokerto. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Purwokerto bersama pemerintah daerah dan berbagai stakeholders ini menjadi ajang kolaborasi untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya.


Karya Kreatif Serayu dan Banyumas DIGIFEST 2026 Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan


Mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, KKS x Banyumas Digifest 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan yang mengintegrasikan pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi sistem pembayaran, ekonomi hijau, pelindungan konsumen, serta peningkatan literasi dan edukasi.

Menurut Ibu Christoveny, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, mengharapkan KKS x Banyumas Digifest 2026 mampu menjadi penggerak lahirnya kolaborasi baru, membuka peluang usaha yang lebih luas, dan memperkuat kontribusi UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya di tengah era transformasi digital.

“KKS dan Banyumas Digifest 2026 merupakan bentuk nyata sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh stakeholders dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, perluasan digitalisasi, serta penguatan ekonomi hijau di daerah” jelas Ibu Christoveny, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto dalam welcome remarksnya pada Opening Ceremony KKS x Banyumas Digifest 2026. 

Beliau juga menekankan krusialnya peran sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pimpinan Daerah dan Forkopimda se-Banyumas Raya turut hadir pada acara ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun dan memajukan perekonomian Banyumas Raya. Bertindak membuka kegiatan melalui Opening Remarks, Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan KKS x Banyumas Digifest 2026. Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Pemerintah Kabupaten Banyumas juga terus berkomitmen mendorong digitalisasi layanan publik, elektronifikasi transaksi ekonomi daerah, pengembangan UMKM, dan penguatan ketahanan pangan.
 
Penyelenggaraan event tahunan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. Berbagai produk unggulan Banyumas Raya dengan total lebih dari 100 UMKM, baik dari sektor wastra, kriya, kerajinan, makanan dan minuman, hingga ekonomi kreatif dari wilayah Banyumas Raya hadir yang merepresentasikan kekayaan dan identitas daerah.

Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas Digifest 2026 juga menjadi momentum istimewa bagi Bank Indonesia Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mempercepat akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah melalui peluncuran Pembayaran Parkir Menara Teratai berbasis QRIS dan implementasi E-Retribusi Pasar Rakyat di Kabupaten Banyumas. Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembayaran non tunai pada area parkir Kawasan Menara Teratai kini telah resmi diterapkan menggunakan QRIS melalui dua mekanisme, yaitu QRIS Statis dan QRIS Dinamis. Selain itu, transformasi digital juga diwujudkan melalui implementasi sistem E-Retribusi Pasar Rakyat pada 14 pasar di Kabupaten Banyumas, yaitu Pasar Manis, Pasar Sokaraja, Pasar Larangan, Pasar Pon, Pasar Purwanegara, Pasar Cikebrok, Pasar Proliman, Pasar Ajibarang, Pasar Wangon, Pasar Wage, Pasar Sumpiuh, Pasar Banyumas, Pasar Pratistha Harsa, dan Pasar Cilongok. Melalui sistem ini, para pedagang dapat melakukan pembayaran retribusi secara lebih mudah melalui berbagai kanal digital seperti QRIS, kode pembayaran, MPos, dan metode pembayaran nontunai lainnya.
 
Selain menjadi ajang penguatan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah, KKS x Banyumas Digifest 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas akses pembiayaan dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM Banyumas Raya. Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan penyerahan business matching pembiayaan dari sejumlah perbankan kepada pelaku UMKM, sekaligus melaksanakan simbolis business matching penjualan ekspor dan penyerahan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kepada UMKM binaan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan standar kualitas produk, serta mendorong produk unggulan Banyumas Raya semakin kompetitif dan mampu menembus pasar global.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, sebagai wujud komitmen dalam memperkuat produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan pasokan pangan daerah, Bank Indonesia Purwokerto juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana ketahanan pangan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani di wilayah Banyumas Raya. Bantuan tersebut mencakup dukungan sarana produksi pertanian kepada Kelompok Tani Tembong Jaya Kabupaten Banjarnegara dan Kelompok Tani Sri Rahayu II Kabupaten Banyumas, serta dukungan sarana pasca panen kepada Gapoktan Ngudi Rahayu Kabupaten Purbalingga, Gapoktan Sumber Jaya Kabupaten Cilacap, dan Gapoktan Ngudi Tani Kabupaten Banyumas.

Kemeriahan pembukaan Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas Digifest 2026 ini juga ditandai dengan serangkaian Art Performance yang dimulai dengan Kemilau Wastra Serayu, yaitu fashion show yang menampilkan karya wastra unggulan dari Banyumas Raya. Pada tahun ini, Kemilau Wastra Serayu menghadirkan karya-karya terbaik dari Indra Fabric Apparel Kabupaten Cilacap, Batik Martadireja dan Dejarumi Kabupaten Banyumas, Cissio Kabupaten Purbalingga, serta Hanannia Craft Kabupaten Banjarnegara. Melalui ajang ini, para pelaku UMKM diharapkan memperoleh ruang promosi yang lebih luas.

Pada KKS dan Banyumas Digifest 2026 ini terdapat rangkaian key events yang meliputi QRIS Purwokerto Run, Talkshow Citra Nusa, Cooking Competition Komoditas Pangan dan Hilirisasi Pangan GPIPS, Purwokerto Mini Hackathon, Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Kenthongan Festival, Latte Art Competition x Talkshow Cangkir Barista, Talkshow DigiTalk, Final Pemilihan Duta Pelindungan Konsumen (PeKA) 2026, Final Pemilihan Duta CBP Rupiah 2026. Selain itu, terdapat rangkaian side events meliputi green experience, innovation lab, business matching pembiayaan UMKM, donor darah, booth edukasi, Book Rush: Book Redemption for Wakaf and Shared Happiness, fun games, booth layanan pembayaran dan informasi pajak, serta produk pangan murah. Adapun kegiatan ini telah diawali dengan pelaksanaan rangkaian pre-event, seperti kurasi dan onboarding UMKM, program UMKM Go Export dan Go Global, capacity building UMKM pertanian dan ketahanan pangan, bootcamp fashion designer, pelatihan cangkir barista, QRIS dan PeKA goes to school, CBP goes to school, pemilihan Duta PeKA dan Duta CBP Rupiah, hingga berbagai showcase produk unggulan UMKM di tingkat nasional maupun internasional seperti Food & Hospitality Asia (FHA) Singapore dan World of Coffee (WOC) Bangkok.

Karya Kreatif Serayu dan Banyumas Digifest 2026 menarik atensi masyarakat Banyumas Raya yang tercermin dari padatnya area showcasing UMKM serta panggung utama. Tak hanya berbelanja beragam produk UMKM yang berkualitas, para pengunjung juga terpantau antusias melakukan pembayaran menggunakan QRIS yang praktis dan cepat termasuk transaksi di booth layanan pajak. Antusiasme masyarakat yang tinggi ini menjadi indikator positif bagi kemajuan UMKM di Banyumas Raya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Karya Kreatif Serayu dapat terus berkembang menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan produk-produk unggulan UMKM, mendorong digitalisasi keuangan, dan memajukan perekonomian di Banyumas Raya.

Sumber: Bank Indonesia Purwokerto

0

Posting Komentar